Sukses Itu Hanya Cerita

img_1086

Hari ini tumben ada waktu luang minum kopi berdua saja sama istri. Kami pergi ke Mangsi Coffee yang kebetulan dekat dengan rumah mertua di Renon.

Kalau sudah berdua seperti ini, mulailah kami berbincang tentang hal – hal yang agak sedikit berat. Topiknya hari ini kebetulan adalah bisnis. Beberapa bulan terakhir kami memang sedang mengamati kira – kira bisnis apalagi yang bisa kami jalani.

Setiap datang kesebuah restoran, cafe atau coffee shop, kami selalu menghayal. Kapan kami bisa mulai mewujudkan mimpi untuk membuat bisnis seperti itu. Kami mulai mengomentari setiap detail interior yang ada, memikirkan dan menghayalkan konsep yang cocok dilokasi tersebut.

Lalu kami sampai pada topik, kapan kami akan mulai? Apakah bisa menjalankan bisnis sementara anak – anak masih perlu perhatian lebih?

img_20160930_220428

Nikmatnya berbisnis adalah menjalani setiap detail prosesnya. Memecahkan setiap permasalahan – permasalahan yang ada akan menempa kita untuk menjadi lebih dewasa. Sukses itu hanyalah ilusi, sukses itu hanyalah cerita semata. Bukankah selama ini kita hanya mendengarkan kisah sukses dari seseorang. Pernahkah kita bertanya apakah orang yang kita lihat sukses sudah merasa dirinya sukses?

Tentu saja mereka tidak pernah merasa sukses. Jika mereka sudah merasa sukses, tentu mereka sudah berhenti bekerja. Kesuksesan adalah sebuah proses, bukan tujuan. Setiap proses tersebut tentu ada cerita akan pencapaian – pencapaian yang kemudian diceritakan kembali sebagai sebuah kesuksesan.

Saya mulai mencontohkan cerita diri saya, memulai bisnis tanpa modal. Modal saya hanya teman dan relasi. Menjalani bisnis dari nol selama sembilan tahun, menghadapi setiap masalah yang kemudian mendewasakan cara berfikir saya. Awalnya saya cepat stress jika ada masalah karena kebiasaan berada dibelakang layar, kemudian menjadi seseorang yang seolah haus dengan masalah.

Ingin rasanya setiap masalah dapat cepat terselesaikan, karena saya berprinsip setiap masalah pasti ada jalan keluar jika dikomunikasikan dengan baik. Lalu, apakah saya sudah sukses? Tentu saja belum, karena cerita saya belum berakhir. Mungkin nanti ketika cerita bisnis saya sudah berakhir barulah saya bisa disebut sukses. Kapan cerita itu berakhir? Ketika tujuan hidup saya sudah berubah tentunya.

Tujuan hidup berubah itu maksudnya bagaimana? Nanti deh saya akan tuliskan lagi pada topik yang berbeda mengenai tujuan hidup.

Tak ada seorangpun yang tidak ingin sukses. Maka ceritakanlah setiap usahamu menghadapi tantangan, karena sukses itu hanya cerita.

2 Comments

  1. ‘…kapan kami akan mulai? Apakah bisa menjalankan bisnis sementara anak – anak masih perlu perhatian lebih?’

    Hal sama yang selalu muncul di pikiran tentang hal-hal yang membutuhkan fokus dan konsentrasi lebih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *